banner 728x250

Iwan Hammer, Dari Pasar ke Panggung Nasional

Marosatu.com |Jakarta – Perjalanan hidup Iwan Hammer menjadi potret perjuangan panjang dari keterbatasan menuju pengabdian yang lebih luas. Pernah menjajakan makanan buatan sang ibu dari lorong ke lorong hingga menjadi penjual kantong kresek dan tukang parkir di Pasar Sentral Bone, kini Iwan dipercaya mengemban amanah nasional sebagai Pengurus DPP APKLI Merah Putih Periode 2026–2031 sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi.

Kehidupan keras telah dikenalnya sejak usia muda. Untuk membantu perekonomian keluarga, Iwan pernah berjualan jalangkote, donat dan roti goreng buatan ibunya dari satu lorong ke lorong lainnya di Kota Watampone.

Ia kemudian menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari menjual kantong kresek di Pasar Sentral Bone, menjadi tukang parkir, hingga bekerja sebagai kondektur bus rute Makassar–Kendari. Pengalamannya berlanjut dengan berjualan pakaian secara keliling di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.

Beragam pengalaman tersebut menjadi bagian penting yang membentuk kepedulian Iwan terhadap kehidupan masyarakat kecil. Ia merasakan langsung bagaimana sulitnya mencari penghasilan dan bertahan di tengah keterbatasan.

Keprihatinannya terhadap tingginya angka pengangguran serta maraknya perang kelompok di Watampone kemudian mendorong Iwan mengambil langkah nyata. Ia mengajak puluhan abang ojek membentuk komunitas Ojek Kamtibmas sebagai wadah untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi IKOTAWA atau Ikatan Ojek Kamtibmas Watampone pada 2000, di bawah binaan Sat Binmas Polres Bone.

Perhatian Iwan terhadap masyarakat kecil tidak berhenti di bidang sosial dan keamanan. Ia kemudian aktif dalam perjuangan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM.

Bersama Pimpinan Perusahaan Media Bonepos saat itu, A.M. Darvin, Iwan turut menggagas kawasan UMKM dan PKL Tana Bangkalae yang berada di samping Rumah Jabatan Bupati Bone.

Ia juga aktif mendampingi para pedagang dalam berbagai kegiatan. Pada 2012, Iwan turut memperjuangkan keberadaan PKL Lapangan Merdeka bersama aktivis PMII Cabang Bone. Perjuangan tersebut menjadi salah satu momentum yang mengantarkannya semakin dekat dengan gerakan APKLI di Kabupaten Bone.

Kini, perjalanan panjang yang ditempuhnya dari lorong, pasar, jalanan hingga komunitas membawa Iwan ke tingkat yang lebih luas.

Sebagai Korwil Sulawesi DPP APKLI Merah Putih Periode 2026–2031, Iwan mendapat tanggung jawab untuk melakukan konsolidasi dan penguatan organisasi serta perjuangan UMKM dan PKL di enam provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Wilayah kerja tersebut mencakup 70 kabupaten dan 11 kota.

Bagi Iwan, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi. Ia melihatnya sebagai tanggung jawab untuk membawa suara para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian penting dari denyut perekonomian masyarakat.

“Ini bukan tentang saya, ini tentang kita semua para pejuang UMKM. Saya dari kantong kresek, jadi saya tahu rasanya berada di bawah. Amanah ini akan saya gunakan untuk memastikan tidak ada lagi PKL dan UMKM di Sulawesi yang berjuang sendirian. Dari kantong kresek sampai DPP, semua untuk Merah Putih,” tegas Iwan Hammer.

Perjalanan Iwan menunjukkan bahwa masa lalu yang penuh keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang untuk melangkah lebih jauh. Justru pengalaman berada di tengah masyarakat kecil menjadi modal penting untuk memahami persoalan yang mereka hadapi.

Dari seorang anak yang membantu menjual makanan buatan ibunya, penjual kantong kresek dan tukang parkir di Pasar Sentral Bone, Iwan kini dipercaya mengawal perjuangan PKL dan UMKM di enam provinsi di Sulawesi.

Perjalanan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemudahan. Terkadang, jalan panjang dan penuh tantangan justru membentuk seseorang menjadi lebih kuat dan lebih peka terhadap mereka yang masih berjuang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300