Marosatu.com, MAROS — Musyawarah Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Maros resmi dibuka pada Jumat (9/5/2026) di Gedung PKK Kabupaten Maros. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Mei 2026, tersebut mengusung tema “Meningkatkan Integritas, Mempererat Solidaritas Menuju GenPI Maros yang Lebih Berkualitas.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengurus, anggota, dan pegiat pariwisata untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Maros. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros selaku Dewan Pembina GenPI Maros, perwakilan GenPI Sulawesi Selatan, pengurus GenPI Maros, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi musyawarah tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros menegaskan bahwa Generasi Pesona Indonesia (GenPI) diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya membangun organisasi secara internal, tetapi bagaimana seluruh elemen mampu bersatu dan hadir langsung di tengah masyarakat sebagai penerima manfaat utama dari pembangunan sektor pariwisata.
“Pariwisata harus kita dorong bersama karena sektor ini memiliki peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran GenPI menjadi ruang bersama untuk mendukung program-program pemerintah ke depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GenPI memang hadir sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Karena itu, hubungan yang dibangun harus mengedepankan kolaborasi, bukan konfrontasi.
“Kata kuncinya adalah mitra. Artinya kita berteman dengan pemerintah, bukan menjadi lawan. Kalaupun ada dinamika atau perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah, mari jadikan GenPI sebagai ruang diskusi dan ruang kolaborasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Semua pihak harus terlibat dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan. Harapannya, sektor pariwisata benar-benar menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Harian GenPI Sulawesi Selatan, Tenri, memberikan apresiasi kepada GenPI Maros yang dinilai menjadi salah satu daerah paling konsisten dalam mempromosikan potensi wisata melalui kreativitas anak muda dan kekuatan media sosial.
“GenPI Maros menjadi salah satu daerah yang paling konsisten dalam mempromosikan potensi pariwisata melalui kekuatan media sosial dan kreativitas anak muda. Ini bukan hal mudah, karena dibutuhkan semangat, loyalitas, dan kecintaan terhadap daerah,” ujar Tenri.
Ia juga menyampaikan rasa bangga terhadap perkembangan GenPI Maros yang dinilai terus aktif memperkenalkan destinasi wisata Kabupaten Maros hingga ke tingkat nasional.
“Kami dari GenPI Sulsel selalu antusias dan bangga melihat perkembangan GenPI Maros. Apalagi di bawah kepemimpinan bersama seluruh pengurus, semangat promosi wisata terus dijaga dengan baik,” katanya.
Di sisi lain, Ketua GenPI Kabupaten Maros, Dion, menyebut musyawarah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas, semangat kolaborasi, dan arah kepengurusan organisasi ke depan.
“Kegiatan Musyawarah Generasi Pesona Indonesia Maros menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas, semangat kolaborasi, dan arah kepengurusan ke depan. Kami mengucapkan terima kasih kepada pembina, panitia, serta seluruh pengurus dan member yang telah hadir dan memberikan dukungan,” ungkap Dion.
Ia berharap GenPI Maros terus menjadi wadah kreatif bagi generasi muda dalam mendukung promosi pariwisata, budaya, serta berbagai kegiatan positif di Kabupaten Maros.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang dibangun dalam musyawarah ini, GenPI Maros diharapkan semakin solid dan mampu menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan potensi wisata daerah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.













